Breaking

Wednesday, 15 June 2016

03:58

Peran Perawat di Kamar Operasi

Medianers ~ Ini sebuah pertanyaan klasik dan sering diajukan oleh teman saya, " Apa sih tugasmu di Kamar Operasi itu?" Ucap Yuri (34), ia Perawat di Instalasi Bedah Sentral, di RSUD Ahmad Darwis, Suliki, Sumatera Barat.

Sambil, bincang-bincang kecil, Yuri mengatakan pada Medianers, " Saya sedikit sulit menjelaskannya pada orang yang bertanya tersebut, soalnya mindset yang tertanam di benak orang awam, tugas Perawat di OK (sebutan kamar operasi) hanya sebagai " tukang lap keringat dokter." Karena di sinetron-sinetron Indonesia menyiarkan seperti itu.

Jadi, sebenarnya apa sih tugas dan peran Perawat itu di Kamar Operasi?

Okey, Sejawat penulis, Si Yuri tidak menjelaskan secara rinci pada yang bertanya tersebut. Namun medianers tertarik mengulas ini untuk diterbitkan, yang mana peran dan tugas utama Perawat di Kamar Operasi itu adalah menjamin kelancaran jalannya pembedahan.

Maksudnya, dari A hingga Z sistematis kerja pembedahan itu bisa dilakukan Perawat di Kamar Operasi, karena setiap hari mereka terpapar dengan tindakan pembedahan. Namun, tidak semua tindakan yang boleh dilakukan Perawat di Kamar Operasi, terkait dengan kewenangan secara hukum. Bahwa pelaku utama dari tindakan pembedahan atau operasi adalah dokter ahli, karena tanggung jawab dan tanggung gugat terletak di pundaknya. Demikian pula aturan hukum, dokter ahli pulalah yang berwenang melakukan tindakan pembedahan, bukan Perawat.

Namun, dalam situasi tertentu, Perawat bisa melakukan tindakan atau melanjutkan pembedahan tanpa adanya dokter, bilamana saat sedang operasi dokter ahli mengalami gangguan kesehatan, sehingga jatuh pingsan atau nanar dan tidak bisa melanjutkan operasi. Sementara penggantinya tidak ada di rumah sakit setempat, dan pasien sedang di atas meja, maka Perawat berdasarkan delegasi boleh melanjutkan tindakan pembedahan, karena Undang-undang mengaturnya, silahkan baca di hukum online Perawat mengambil tugas dokter dalam rangka menyelamatkan nyawa pasien dalam keadaan darurat.

Lalu, apa tugas dan peran Perawat dari A sampai Z itu? Kalau di baca narasi di atas, Perawat hanya bertugas sebagai ban serap penyelamat dari pesawangan. Ya, anda benar demikianlah tugas Perawat Kamar Operasi, pembantu, asisten dan ban serap dokter ahli saat pembedahan.

Jika ditinjau dari SOP tiap rumah sakit, Job of description Perawat di Kamar Operasi itu adalah secara teknis menyiapkan keperluan pembedahan, seperti pre operasi, menyiapkan alat habis pakai, menyiapkan instrumen steril, hingga keperluan peralatan dan perlengkapan siap untuk di operasionalkan.

Sedangkan secara profesionalnya, Perawat melakukan pengkajian, memprioritaskan masalah keperawatan dan merencanakan tindakan keperawatan pada pasien menjelang operasi tentunya berdasarkan format asuhan keperawatan yang di didokumentasikan pada file pasien.

Di Intra Operasi, Perawat berperan sebagai assisten dan scrub (mengelola dan mengatur instrumen operasi) seperti jika dokter membutuhkan gunting, maka di beri gunting, jika ingin menjahit diberi Needle holder dan benang dan seterusnya hingga operasi selesai.

Sedangkan Perawat bertugas sebagai asisten memiliki peran melancarkan jalannya pembedahan. Misal, menguak lokasi pembedahan, sehingga dokter (operator) mudah melakukan tindakan. Dan assisten tanpa di perintah sudah tau apa yang akan ia lakukan( sistematis kerja) begitu pula scrub nurse, sudah tau apa instrumen yang akan ia berikan, baik kepada operator maupun pada assisten. Hingga operasi menjadi lancar tanpa kendala.

Di Intra Operasi, Biasanya dokter hanya tinggal menyayat lokasi operasi saja, sebab segala sesuatunya telah disiapkan oleh Perawat. Dan setelah operasi selesai, dokter pun meninggalkan pasien, maka Perawatlah yang membereskan pasien hingga pasien pindah ke ruang pemulihan.

Masuk kepada Post Operasi. Di Post Operasi, Perawat masih menjalankan perannya, menjaga, merawat dan mengkaji tanda-tanda vital serta menjalankan Asuhan Keperawatan. Kira-kira demikianlah tugas dan peran Perawat dewasa ini di kamar operasi.

Yang dipertontonkan di televisi bahwa Perawat menyapu keringat dokter tidak ada, suhu di ruangan kamar operasi itu standarnya 18-20 derajat celcius, jadi tidak mungkin orang-orang yang ada di dalam kamar operasi berkeringat, malahan yang ada menggigil karena kedinginan. Mungkin, dahulu kala pada zaman batu sebelum adanya air conditioner (AC) mungkin iya dokter bercucuran keringat.

Postingan singkat ini, demikianlah sedikit tentang Peran dan tugas Perawat di Kamar Operasi dan peran Perawat saat pembedahan yang dapat Medianers sampaikan. Bilamana ada yang mengganjal di hati pembaca silahkan sampaikan di kotak komentar untuk kita diskusikan. Seandainya menarik, silahkan di bagikan pada yang lainnya. (AntonWijaya).

Sunday, 12 June 2016

23:19

Kapan Bedah Endo-Laparaskopik di Rumah Sakit Daerah Ada?

Medianers ~ Miris melihat perut pasien disayat lebar dan panjang dengan cara bedah konvensional. Entah apa kendalanya tindakan pembedahan menggunakan monitor dan instrumen yang sangat sedikit mencederai pasien sulit berkembang di Rumah Sakit daerah di Indonesia. Apakah Indonesia kekurangan tenaga ahli? Atau karena Indonesia tidak punya anggaran?

Meskipun belum berkembang pesat di rumah sakit daerah, setidaknya beberapa orang dokter bedah dan perawat kamar operasi di beberapa rumah sakit di Indonesia telah mulai melakukan pembedahan dengan teknik bedah laparaskopi, namun penyebarannya belum merata ke rumah sakit milik daerah yang ada di Indonesia.

dr.Barlian sutedja,Sp.B mengatakan, saat penulis mengikuti pelatihan Basic Laparascopyfor Nurse, (2014)"Jika kita orang indonesia tidak siap mengikuti kemajuan teknologi pembedahan. Maka, siap-siap lah jadi kacung di negara sendiri. Karena sebentar lagi dokter dan Perawat asing bebas masuk Indonesia."

Dokter Barlian Sutedja selain instruktur pada pelatihan basic laparaskopy for nurse angkatan ke 8 di bitdec Bali, ia juga salah seorang pentolan dibidang bedah endo-laparaskopik Indonesia, di bawah asosiasi PBEI (Perhimpunan Bedah Endo Laparaskopik) , ia dan tim telah membimbing hampir ratusan dokter bedah umum, dan dokter kebidanan dalam belajar bedah Laparaskopi di indonesia. Dan juga telah membimbing ratusan Perawat mengenai pembedahan Laparaskopi.

Sejarah singkat bedah endo-laparaskopi

Kata dokter Barlian Sutedja, pada tahun 1986 pertama kali bedah laparaskopi sukses dilakukan pada pasien oleh salah seorang dokter ahli bedah di Jerman.

Ketika ia paparkan cara pembedahan Laparaskopi saat kongres perhimpunan ahli bedah, ia dianggap "sinting" oleh mayoritas sejawatnya, karena memilih cara yang rumit, dan nyaris tidak masuk akal pada saat itu.

Lalu, berselang 1 tahun, tepatnya pada tahun 1987 salah seorang ahli bedah Francis juga mencoba dan sukses melakukan pembedahan dengan cara Laparaskopi pada puluhan pasien.

Setahun kemudian, perkembangan teknologi pembedahan di eropa, akhirnya sampai juga ke telinga orang Amerika. Nah disinilah polesan teknologi terjadi. Teknik pembedahan Laparaskopi berkembang pesat.

Perkembangan Bedah Endo-Laparaskopik di Indonesia

Tahun 1990 Indonesia mengundang tim ahli dari Amerika untuk mempresentasikan teknik pembedahan Laparaskopi. Dan, pada tahun 1991 dr. Ibrahim Ahmadsyah sukses melakukan operasi perdananya memotong dan mengangkat batu empedu pada pasien dengan cara tindakan Laparaskopi. Sejak itu, bedah endo-laparaskopik mulai dikembangkan di Indonesia.

Prospek bedah endo-laparaskopik di Indonesia

Eropa dan negara maju lainnya telah lama meninggalkan cara pembedahan konvensional, kecuali benar-benar tidak bisa dilakukan dengan teknik tindakan laparaskopi, karena adanya penyulit, maka tindakan pembedahan konvensional jadi pilihan terbaik.

Sedangkan banyak daerah di Indonesia masih terseok-seok, bedah endo-laparaskopik belum jadi pilihan menarik oleh ahli bedah. Tindakan ini masih dipegang oleh segelintir sub bedah digestif yang hanya terpusat di rumah sakit besar dan khusus.

Mungkin salah satu penyebabnya tidak berkembang di rumah sakit daerah terkait pembiayaan dan klaim asuransi yang rendah. Karena tindakan ini di anggap bukan 'gawean' rumah sakit tipe C milik daerah.

Apa itu bedah endo-laparaskopi?

Bedah Endo-Laparaskopik adalah suatu tindakan pembedahan canggih, dan sangat minim melukai organ manusia, sehingga penyembuhan luka lebih cepat, serta bekas luka sangat minimal. Pembedahan laparaskopi hampir 100 persen menggunakan teknologi mutakhir dan terkomputerasi, serta terkoneksi dengan monitor. Pasien bisa mendapatkan rekaman pembedahan berupa vcd dan foto.

Sebenarnya tindakan laparaskopi bukan barang baru di negara maju dan kota-kota besar atau rumah sakit besar, namun jika tindakan laparaskopi di sediakan di rumah sakit milik daerah, seperti kabupaten atau kota kecil, tentunya menjadi sesuatu yg menarik. Karena tidak banyak rsud milik daerah kab/kota kecil yg punya layanan tindakan pembedahan endo-laparaskopi.

Terkait :Kecanggihan Bedah Robotik Surgery

Di negara maju, malahan sudah beralih ke tindakan bedah robotik surgery, sementara di Indonesia tindakan bedah endo-laparaskopik saja belum berkembang dengan baik. Sungguh disayangkan. Sesuai kata dokter Barlian Sutedja, "Jika kita orang indonesia tidak siap mengikuti kemajuan teknologi pembedahan. Maka, siap-siap lah jadi kacung di negara sendiri."(AntonWijaya)

Saturday, 11 June 2016

23:25

Kenali Makanan Mengandung Rodhamin B, Zat Pewarna Berbahaya

Medianers ~ Baru-baru ini ditemukan makanan mengandung zat pewarna pakaian jenis Rodhamin b di pasar pabukoan kota Payakumbuh. Temuan ini berkat razia yang digelar awal ramadan oleh Pemko Payakumbuh kerjasama BPOM RI.

Pengakuan pedagang yang menjual makanan mengandung rodhamin b tersebut, tidak mengetahui bahwa zat pewarna yang dicampurkan kedalam makanan itu berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia. Namun, pedagang yang dimaksud dapat peringatan keras dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

Sebagai warga yang terpapar dengan barang dagangan makanan beraneka warna, maka ada baiknya patut mewaspadai, wajib mengetahui bentuk makanan yang dicurigai mengandung Rodhamin b agar kesehatan tetap terjaga.

Sebelum anda mengkonsumsi makanan berbahaya mengandung Rodhamin b, sebaiknya juga wajib mengetahui bahaya yang akan ditimbulkan jika mengkonsumsi makanan yang mengandung Rodhamin b tersebut. Medianers akan menyajikannya sebagai berikut:

Rodhamin B terdapat pada zat pewarna tekstil

Sesungguhnya Rodhamin b terkandung dalam zat pewarna pakaian, digunakan untuk pewarna bahan tekstil. Di eropa penggunaan rodhamin b pada makanan dilarang sejak tahun 1984. Sedangkan di Indonesia sejak tahun 1985.

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 033 tahun 2012, jelas Rodhamin b tidak boleh digunakan pada makanan, sebab Rodhamin b mengandung zat berbahaya bagi kesehatan tubuh, yang bisa menyebabkan kanker karena Rodhamin b mengandung zat karsinogenik dan jika ditelan bisa menjadi racun bagi organ tubuh.

Cara mengetahui makanan mengandung Rodhamin b

Menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) ciri atau tanda makanan mengandung Rodhamin b adalah memiliki warna mengkilat, warna cerah dan mencolok. Kadang warna makanan mengandung Rodhamin b tidak merata, bila dikonsumsi sedikit terasa pahit.

Pertanyaanya, mengapa pedagang menggunakan Rodhamin b pada makanan? Karena pewarna tekstil ini harganya terbilang murah dari pada zat pewarna makanan yang alami seperti, memberi efek kuning pada makanan bisa menggunakan kunyit, untuk warna hijau bisa menggunakan daun pandan,dan lain-lain.

Selain murah harganya, untuk mendapatkan dan menggunakanya juga terbilang mudah. Banyak yang menjual di pasaran. Penulis pernah punya pengalaman saat makan keripik balado. Cabe yang ada pada keripik terlihat aneh, berbongkah kecil, tidak seperti cabe. Pas penulis coba rendam dengan air, ternyata warna cabe yang menempel di keripik semakin terang, dan warna tidak luntur, liputannya silahkan baca di "Awas keripik balado mengandung bahan pewarna."

Pastinya, zat pewarna yang digunakan pada keripik tentunya berbiaya lebih murah dari pada diwarnai dengan cabe beneran. Demikian juga warna hijau pada cendol, jika digunakan dengan pewarna daun-daunan atau daun pandan, membutuhkan biaya dan pengolahan yang memakan waktu dibanding dengan memberi warna hijau yang mengandung Rodhamin b.

Selain murah dan mudah, warna yang terdapat pada zat pewarna tekstil mengandung Rodhamin b terlihat menarik dibanding zat pewarna makanan yang alami.

Makanan Apa saja yang banyak mengandung Rodhamin B ?

Masih menurut BPOM, bahwa pedagang nakal yang banyak mencampur Rodhamin b terdapat pada makanan jenis ini :

  1. Kerupuk
  2. Terasi
  3. Cabe merah giling
  4. Agar-agar
  5. Aromanis atau kembang gula
  6. Manisan
  7.  Sosis
  8. Sirup, minuman dan es cendol.
Dan tidak tertutup kemungkinan Rodhamin b terdapat pada makanan lainnya selain yang dituliskan di atas, seperti pada permen, kue, aneka penganan, dan lain-lain.

Apa bahaya bagi kesehatan jika mengkonsumsi makanan mengandung Rodhamin b?

Dalam senyawa Rodhamin b terdapat zat karsinogen dan klorin. Dimana klorin jika masuk kedalam tubuh bisa menjadi racun yang dapat merusak kerja hati dan ginjal. Bahkan zat karsinogen yang terdapat dalam Rodhamin b bisa pemicu terjadinya kanker hati dan merusak organ tubuh lainnya.

Atas dasar itu, penggunaan rodhamin b dalam makanan sangat dilarang keras. Namun, masih ada pedagang yang tidak mengetahui akan bahaya zat pewarna tekstil ini jika dicampur pada makanan. Dan, sangat disayangkan bagi pecahan nakal yang sudah mengetahui bahaya dari Rodhamin b tapi masih mencampur pada makanan yang dijualnya. Pedagang jenis ini, sudah sepantasnya diberi hukuman setimpal.

Meskipun ada pengawas obat dan makanan yang mengontrol dan mencegah akan penggunaan Rodhamin b pada makanan, kita sebagai masyarakat tetap waspada dan hati-hati membeli dan mengkonsumsi makanan yang ada di pasaran. Apa lagi selama ramadhan ini, banyak pedagang kaki lima yang menjajakan jenis aneka minuman dan makanan yang tidak kita ketahui apa komposisi yang terkandung dalam makanan yang mereka jual.

Hendaknya, untuk meminimalisir agar tidak terkecoh, penggunaan Rodhamin b pada makanan dapat kita kenali melalu warna yang mencolok, mengkilat dan bersinar. Untuk itu, sebagaimana pesan bang napi. " Waspadalah ! Waspadalah." (AntonWijaya/ Ilustrasi by newsfashionista.com )

17:34

Rekaman Tindakan Laparaskopi

Medianers ~ Sebelumnya medianers telah menjelaskan apakah itu laparaskopi appendiktomi atau laparaskopi pada pengangkatan batu empedu. Namun pada postingan tersebut, medianers hanya menyertakan gambar. Tidak pakai rekaman seperti di bawah ini:

Laparoskopi merupakan suatu tindakan pembedahan yang minimal mencederai atau melukai pasien. Tindakan laparaskopi sangat baik untuk kasus-kasus yang ada di perut (abdomen) seperti batu kandung empedu dan kista pada kasus kebidanan.

Tindakan laparaskopi masih terpusat di perkotaan. Karena keterbasan tenaga ahli di daerah pelosok. Padahal tindakan bedah laparaskopi ini sanagat baik dikembangkan di rumah sakit daerah, demi cepatnya kesembuhan pasien. Dan akurasi dari tindakan/ diagnostik laparaskopi terbilang sempurna.(AW)

Friday, 10 June 2016

02:26

Tips Mengendalikan Kolesterol di Bulan Ramadan

Medianers ~ Sebelas bulan dalam 1 tahun umat muslim bebas memilih makanan dan mengkonsumsi makanan dan minuman apa saja, kecuali yang haram. Kadang jadwal makan tidak teratur, menu sembarangan dan porsinya bahkan bisa-bisa melebihi kapasitas perut yang penting hajar!

Tibalah bulan suci ramadan, bulan dimana umat muslim diwajibkan menahan haus, dan lapar serta menahan hawa nafsu. Jadwal makan dan minum pun di atur, yakni berbuka setelah matahari terbenam (maghrib) dan sahur, makan akhir malam menjelang matahari terbit ( subuh). 
Penyebab-kolesterol-dalam-darah-tak-terkontrol
Hal demikian tentunya sangat bagus bagi kesehatan. Terutama dalam mengendalikan kadar kolesterol dalam darah. Sebab, penyebab dari tingginya kadar kolesterol dalam darah adalah gaya hidup, pola makan tidak teratur, mengkonsumsi makanan "sampah" dan minuman instan berkarbonasi.

Tentunya di bulan ramadan, mengkonsumsi makanan sembarangan tempat, junk food dan minuman instan lainnya dapat dihindari dan diminimalisir. Sebab, saat berbuka, siapa pun pasti ingin berkumpul dengan keluarga di rumah. Cendrung menu yang ada dirumah di olah dan dibuat masih segar, demikian juga saat sahur.

Tips Mengendalikan Kolesterol di Bulan Ramadan

Bagi anda yang memiliki riwayat hipertensi (tekanan darah tinggi) dan penyakit jantung karena kadar kolesterol tinggi dalam darah, maka sangat beruntung di bulan ramadan ini mengendalikannya. Berikut tips yang dapat medianers sampaikan:
  1. Berbukalah dengan segelas air putih atau jus. Saat sirine berbunyi, pertanda waktu berbuka telah tiba, maka lepaskanlah puasa anda dengan meminum air putih hangat kuku, atau dengan jus timun atau pepaya.
  2. Kemudian tunaikan sholat maghrib.
  3. Setelah selesai sholat, lanjutkan dengan mencicipi sepotong buah apel atau pisang.
  4. Lalu, ambil nasi secukupnya dan lauk-pauk serta sayuran.
  5. Makanan penutup, boleh ditambah dengan sepotong jelly.
  6. Hindari makanan berminyak.
  7. Jangan merokok setelah berbuka. Bila siang hari anda bisa menahan, kenapa malam tidak?
  8. Bila masih lapar setelah menunaikan sholat tarawih, anda bisa mengkonsumsi semangkuk kolak buatan ibu/istri atau keluarga tercinta. Atau kalau anda pecinta kopi atau teh, maka silahkan nikmati secangkir.
  9. Istirahatlah.
  10. Saat sahur, hindari minum teh dan kopi. Tapi nikmatilah air putih suam kuku dan sepiring nasi serta lauk pauk serta sayuran. Dan jangan lupa konsumsi buah-buahan.
  11. Selepas sahur, jangan langsung tidur, tapi tunggu hingga subuh. Setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Silahkan beristirahat.
  12. Lakukan hal ini secara konsisten selama 1 bulan penuh.
  13. Bilamana anda penderita hipertensi dan kolesterol tinggi, setelah mempraktekkan tips di atas. Saat lebaran, periksalah kadar kolesterol dalam darah anda. Maka anda akan terkagum melihat hasilnya, silahkan di praktekkan.
Sesungguhnya tips mengendalikan kadar kolesterol di bulan ramadan ini adalah salah satu keuntungan bagi umat muslim yang menunaikan ibadah puasa dengan benar. Bukan menjaga hawa nafsu di siang hari saja, tapi di malam hari tetap mengontrol jenis makanan yang akan di lahap. Sebab menjelang berbuka, banyak jenis makanan yang ditawarkan di pasar pabukuon yang belum tentu baik untuk kesehatan.(AW)

Thursday, 9 June 2016

19:55

Nikmat Serta Duka Berbuka Ramadan Di Rumah Sakit

Menu-buka-ramadan-di-rumah-sakit
Menu wajib penulis di Rumah Sakit, Sala lauak
, nasi kotak dan minuman. 
Medianers ~ Selama ramadan hingga lebaran merupakan hari-hari berat dan berkah bagi segenap petugas dan pasien di Rumah Sakit. Beratnya karena meninggalkan keluarga di rumah demi menjalankan tugas menjaga dan merawat pasien. Sedangkan berkahnya bisa membantu dan berbagi duka dengan sesama di bulan suci penuh ampunan ini.

Kemarin, saat menjelang berbuka ada Perawat IGD menelpon ke Kamar Operasi menanyakan apakah dokter anestesi sedang operasi di kamar operasi? Sebab di IGD sedang ada pasien gagal nafas yang membutuhkan bantuan untuk di intubasi. Tentunya hal ini harus di dahulukan untuk ditolong dari pada melahap menu berbuka yang telah disediakan Rumah Sakit.

Di ruangan lain, atau di IGD atau di kamar operasi biasanya jam berbuka dan jam sahur merupakan jam rawan, ada-ada saja pasien yang butuh pertolongan dan tindakan medis. Demikian juga Bidan, pas mau berbuka, ada saja pasien yang mau melahirkan, pastinya ini wajib ditolong duluan dari pada melahap menu buka ramadan.

Beberapa tahun lalu, penulis dan tim bedah disuapi minuman untuk berbuka melepaskan saum. Sebab, kami tidak bisa memegang makanan atau minuman karena sedang operasi emergensi. Kejadian demikian juga sering dirasakan oleh petugas di IGD, menjelang berbuka, ada saja pasien yang masuk untuk berobat, tentunya pasien prioritas untuk ditolong, dan berbukanya di undur dulu.

Hari ini, penulis patut mengucapkan syukur masih bisa menikmati menu buka puasa di rumah sakit dan berbagi dengan sejawat Perawat dan seluruh pengunjung dan pasien di rumah sakit, meski berbeda ruangan, kami berbuka dalam satu atap.

Berbuka dan sahur di rumah sakit, mungkin sesuatu yang berat bagi pasien, keluarga dan petugas, tapi apapun kondisinya bila dijalani dengan ikhlas, berbuka dan sahur di rumah sakit menjadi pengalaman yang luar biasa untuk diceritakan pada anak cucu nantinya, sebab di balik kelaparan, haus dan lelah, kita juga harus berbagi rasa, nestapa dan bahagia dengan yang lainnya, yang membutuhkan bantuan.(AW)

Wednesday, 8 June 2016

16:12

Cara Mengambil Darah Arteri Femoralis

Medianers ~ Darah di arteri femoralis merupakan darah yang kaya oksigen, tujuan pengambilan darah di arteri femoralis adalah untuk di analisa, yang disebut analisa gas darah, yaitu untuk mengetahui fungsi pernafasan dan metabolisme sel tubuh. Seperti mengetahui kadar oksigenasi tubuh dan kemampuan sel darah merah mengikat dan membawa oksigen dalam sirkulasi.

Okey, medianers lanjutkan tentang Apa saja yang perlu dipersiapkan untuk mengambil darah di arteri femoralis? Seperti biasanya, yang perlu disiapkan adalah Spuit (Jarum Suntik) ukuran 2 CC yang telah berisi heparin 0,1 CC. Heparin bertujuan untuk anti koagulasi, agar mencegah darah membeku dalam jarum suntik setelah darah di arteri femoralis berhasil diambil. Kemudian siapkan kapas alkohol secukupnya dan handscoen (sarung tangan) serta kain pengalas dan bak istrumen untuk meletakan alat yang diperlukan.

Sebelum melakukan tindakan, klien wajib diberi tau prosedur tindakan yang akan dilakukan, dan komunikasikan hingga klien bisa memahami, bagi klien yang tidak sadar maka keluarga atau penanggung jawabnya wajib diberitahukan. Jangan lupa meminta persetujuan tindakan (informed content).

Cara Pelaksanaan Mengambil Darah Arteri Femoralis

  1. Gunakan sarung tangan sebelum melakukan tindakan
  2. Pakaian pasien bagian bawah dibuka, lalu dipasang kain pengalas atau kain penutup.
  3. Arteri femoralis diraba dengan ujung jari
  4. Bila arteri femoralis teraba dengan jelas, maka permukaan kulit daerah yang akan di tusuk dengan jarum suntik didisinfeksi dengan kapas alkohol
  5. Kemudian tegangkan kulit di atas arteri tersebut dengan telunjuk dan ibu jari kiri. Bila denyut arteri telah teraba pada ujung jarum, dengan cepat jarum ditusukan
  6. Apa bila penusukan tepat, maka penghisap (piston) di dalam spuit akan terdorong ke atas oleh tekanan dari darah arteri dan penghisap tidak perlu ditarik.
  7. Setelah jumlah darah yang diinginkan cukup, sekurang-kurang 2 CC, maka jarum segera dicabut.
  8. Bekas tusukan ditekan dengan kapas alkohol sekurang-kurangnya lima menit
  9. Spuit yang berisi darah diberi etiket atau dimasukan dalam botol khusus jika ada. Dan formulir/ blangko pemeriksaan di isi lengkap, lalu segera kirim ke laboratorium.
  10. Klien dirapikan kembali dan peralatan dikembalikan ke tempat semula.
Demikianlah prosedur pengambilan darah arteri femoralis yang dapat medianers olah share. Prosedur ini medianers dapatkan dari berbagai sumber, semoga mudah dipahami dan bermanfaat untuk kelancaran anda bekerja, jika terasa penting silahkan bagikan pada sejawat yang lain.(AW)

Popular Posts